Minggu, 31 Oktober 2010

KELAHIRAN KEMBALI MANUSIA

FAJARYEHUDA
16 OKTOBER 2010
JUDUL ARTIKEL : MENJADI CIPTAAN BARU DENGAN KELAHIRAN KEMBALI OLEH ROH KUDUS ALLAH



“Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.”
(Titus 3: 5)


Semua manusia di dunia ini lahir ke dalam dunia melalui rahim seorang perempuan tetapi Yesus berkata “…sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.” (Yoh. 3: 3). Nikodemus, seorang farisi, pemimpin Yahudi, mengira bahwa seseorang (yang sudah tua) harus masuk ke dalam rahim ibunya. Tentu saja Nikodemus salah paham sebab yang dimaksudkan Yesus adalah kelahiran kembali roh manusia artinya kelahiran bukan secara jasmaniah tetapi rohaniah. Bagaimana caranya agar roh manusia dapat dilahirkan kembali?

Dalam Yoh.3: 6, Yesus berkata “Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan Roh, adalah roh”. Dalam ayat ini, kata “Roh” yang pertama mengacu pada Roh Allah sedangkan kata “roh” yang kedua mengacu pada roh manusia. Maksud dari perkataan Yesus itu adalah Adam dan Hawa adalah manusia laki-laki dan perempuan yang telah diciptakan Allah dan mereka telah jatuh kedalam dosa jadi anak manusia yang diperanakkan melalui mereka sudah pasti mengadopsi sifat jasmani dan rohani mereka yang telah rusak dan kotor. Daging melahirkan daging. Bukan saja anak yang dilahirkan melalui rahim Hawa melainkan juga kepada seluruh keturunannya sampai pada detik ini. Oleh sebab itu, untuk masuk ke dalam surga setiap manusia harus dilahirkan kembali. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menerima Yesus kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan dibabtis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ketika seseorang menerima Yesus dan bertekun didalam ajaran kasih-Nya maka secara otomatis Allah meletakkan roh yang baru pada orang itu yang akan terus menerus diperbaharui yaitu sebagai ciptaan baru yang diperlengkapi Allah untuk melakukan kebaikan. Jadi, Roh Allah adalah sumber dari segala roh dengan kata lain Roh melahirkan roh.

Dalam zaman Perjanjian Lama, Allah telah menubuatkan kelahiran kembali roh manusia dan pimpinan Roh Kudus bagi barangsiapa yang percaya kepada Yesus Kristus. Dalam Yehezkiel 36: 26-27 Allah Yang Mahakuasa telah berfirman:

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu…”
(Yehezkiel 36: 26-27)


Yehezkiel 36 berjudul pembaharuan Israel. Dalam pasal ini nabi Yehezkiel menubuatkan masa ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan di Babilonia dan kembali ke tanah perjanjian dan Allah akan memberikan hati dan roh yang baru bagi mereka yang berseru kepada YHVH Allah. Masa pemberontakan Israel dengan menyembah ilah-ilah asing menyebabkan Allah murka sehingga Allah mengizinkan umat pilihan-Nya untuk menjadi tawanan bangsa kafir dalam kurun waktu yang telah ditetapkan namun pemulihan terjadi ketika bangsa Israel menyadari keberdosaannya dan kembali berpaling kepada YHVH Allah dan memohon pengampunan. Allah akan memberikan roh dan hati yang baru kepada setiap orang yang mau merendahkan dirinya, mengakui dosa-dosanya lalu menerima YHVH Allah sebagai Tuhan dalam hidupnya.

Sesungguhnya, lebih dari 500 tahun kemudian setelah masa pembuangan ke Babel itu, YHVH Allah datang ke dalam dunia. Dialah Yesus Kristus, YHVH di dalam nama Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menanggung semua dosa manusia (bukan hanya untuk bangsa Yahudi saja). Dia datang untuk menyerap murka Allah atas dosa manusia dan barangsiapa yang menerima karya Allah di atas kayu salib dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan bertekun dalam ajaran-Nya akan diberikan hati yang taat dan roh yang baru, bukan hanya itu saja, Roh Allah yang kudus itu juga akan dikaruniakan Allah untuk diam di dalam batin kita. Jadi yang dimaksud disini adalah orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus adalah Israel rohani yang akan tinggal di dalam tanah perjanjian surgawi yaitu surga, dimana damai sejahtera, sukacita dan kekudusan diam untuk selama-lamanya.

Dalam Yoh. 4: 24, Yesus menjelaskan bahwa Allah adalah Roh (“R” besar) barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Yesus menjelaskan bahwa setiap orang harus menyembah Allah melalui rohnya dan dalam kebenaran. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana manusia dapat menyembah Allah dengan tabiat dosa yang telah mencemari jasmani dan rohaninya bukankah berarti tidak ada kebenaran dalam diri manusia??? Benar, Manusia yang cenderung berbuat dosa memang tidak layak untuk berkomunikasi dengan Allah tetapi apabila orang itu telah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya maka secara otomatis roh orang itu bukanlah roh yang sama ketika ia masih hidup dalam kegelapan dan ketidakpercayaan kepada Yesus Kristus sebab Allah telah memberikannya roh yang baru dan hati yang baru pada orang itu saat ia mengaku segala kenajisan dan keberdosaan dirinya lalu merendahkan dirinya dan menerima pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan jiwanya.

“….anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
(Matius 9: 17)


Melalui perumpamaan diatas kita dapat memahami bahwa Allah hanya akan meletakkan roh yang baru dalam diri manusia apabila manusia itu telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Dan ia menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Jadi, roh yang baru, disimpan Allah dalam iman yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya. Sebagai orang-orang yang terlahir dalam keluarga yang berlabel agama Kristen kita harus lebih memahami hal ini. Janganlah kita menjadi pengikut Kristus yang masih menikmati kehidupan dalam perzinahan, pencurian, narkoba, okultisme dan segala macam kejahatan! Bertobatlah! Dan terimalah roh yang baru. Jadi topik dalam artikel ini bukan hanya berlaku bagi orang yang awalnya non-Kristen ataupun non-Katolik yang kemudian percaya pada Yesus. Kita semua memerlukan roh yang baru. Ya, setiap manusia di muka bumi ini memerlukan roh yang baru dan persekutuan dengan Allah.

Setiap roh yang ada dalam diri manusia maupun segala makhluk di alam roh seperti halnya malaikat terang dan Iblis (sebelum ia berontak)berawal dari Roh Allah sendiri. Sejak awalnya Roh Allah tidak melahirkan roh-roh kegelapan melainkan semua ciptaan Allah adalah terang dan baik. Dalam 1 Yoh. 1:5, dinyatakan bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan, namun kita mengetahui bahwa ada satu roh di kawasan surga yaitu salah satu pemimpin malaikat bernama Lucifer (akhirnya menjadi Iblis) yang memberontak dan ia telah berhasil menarik sebagian besar malaikat untuk setia kepadanya, para malaikat pemberontak ini adalah roh-roh jahat, jin-jin dan setan. Perlu kita camkan bahwa Allah, melalui Roh-Nya menciptakan ciptaan yang memiliki kehendak dan kemauan. Dia bukanlah Allah yang menciptakan sebuah robot.

“Janganlah kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”
(Kolose 3: 9-10)


Manusia adalah ciptaan Allah yang unik dan mulia. Mengapa? Karena manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kej. 1: 26). Allah membentuk manusia dari tanah lalu Dia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Pasal pembuka pada kitab Kejadian mengungkapkan “kehidupan” pada dua tingkat yang berbeda: roh dan jiwa. Masing-masing dengan jelas diilustrasikan oleh kata Ibrani yang digunakan. Kata Ibrani untuk roh adalah ruach dimana huruf terakhir, chet, menggambarkan suatu hembusan terus menerus yang tidak bergantung pada sumber luar. Sebaliknya, kata Ibrani untuk jiwa adalah nefesh. Ini menggambarkan kehidupan yang harus menerima sebelum dapat memberi. Nefesh dimulai dengan tarikat nafas yang diikuti dengan hembusan nafas yang sudah dihirup. Ada dua bentuk kehidupan sebagaimana kita ketahui: kehidupan roh dan kehidupan jiwa. Allah menghembuskan ke dalam hidung Adam nafas kehidupan (chaim), kehidupan (dalam bentuk jamak) yaitu dalam semua bentuknya.

Adam dan Hawa memang telah jatuh kedalam dosa demikian juga semua manusia yang pernah ada dan yang akan ada di dunia ini termasuk kita, namun manusia masih dapat diselamatkan melalui penebusan yang sempurna dan kekal. Inilah hukumnya: Semua manusia memang telah berdosa oleh karena pelanggaran satu orang, yaitu Adam tetapi semua manusia juga dapat dibenarkan dan diselamatkan oleh karena ke-mahakudusan dan kebenaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Allah sungguh sangat adil bukan? Jadi jangan pernah bipikir bahwa kita dapat masuk ke dalam kerajaan Allah melalui segala kebaikan dan amal ibadah kita, sebab pada hakikatnya kita semua cukup sadar untuk dapat mengakui dalam hati kita bahwa kemunafikkan dan kecenderungan melakukan kejahatan dan dosa terlalu mendominasi hati, pikiran dan perkataan kita. Jadi, Yesus Kristus adalah jawaban bagi setiap pertanyaan kita. Andalkan selalu cinta kasih-Nya yang tidak akan mengalami perubahan setiap waktunya dalam hidup kita.

“Memang kamu dahulu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.”
(Efesus 5: 8-9)